Skip to main content

Desain

Artikel By : www.vallet.id

  1. Desain Minimalis: Sejarah Singkat, Ciri Khusus & Tip Praktis
Interiordesign.id – Desain minimalis adalah salah satu gaya desain yang paling signifikan abad ini. Desain minimalis mungkin bukanlah yang paling populer, tetapi memiliki pengaruh ke hampir segala bidang. Pengaruh desain minimalis bisa dibilang menembus lebih banyak bidang daripada hampir semua tren seni atau gaya desain lainnya.
Hampir semua memiliki pengaruh desain minimalis. Dari desain antarmuka (user interface), desain perangkat keras, desain mobil, film dan game, hingga desain web, dan tidak terkecuali desain interior. Semua bidang tersebut dipengaruhi oleh gerakan minimalisme.
Kita mungkin tidak menyadari secara pasti apa itu minimalisme? Namun besar kemungkinan saat ini kita justru sedang mengakrabi dan bahkan intim dengan desain minimalis. Ponsel pintar, perangkat lunak atau antarmuka aplikasi, desain brosur yang disajikan secara grafis, atau hanya sekadar duduk-duduk santai pada sebuah sofa atau kursi. Sebuah ruang hidup dengan karakter dan tampilan minimalis.
Ada banyak sekali alasan mengapa minimalisme mampu menembus begitu banyak bidang namun kurang dikenal daripada desain pop art atau sejenisnya. Alasan yang paling prinsipil adalah karena minimalis memang lebih merupakan prinsip daripada sekadar sebuah gaya visual.
Akibatnya, karena minimalis merupakan prinsip dan arah desain, desainer di luar arsitektur dan atau desain industri, dapat menerapkan dan mengadopsi prinsip-prinsip desain minimalis.
Minimalisme tidak mencolok dan wah, namun lebih mengedepankan kesederhanaan. Minimalisme memiliki pengaruh yang besar dan sangat luas.
Apa itu Desain Minimalis?
Minimalis adalah tren desain yang dimulai pada abad ke-20 dan berlanjut hingga sekarang. Desain minimalis adalah desain yang dipreteli, menghapus bagian-bagian yang tidak perlu, hingga hanya meninggalkan elemen-elemen pentingnya saja.
Pernyataan terkenal untuk desain minimalis berasal dari seorang arsitek bernama Ludwig Mies van der Rohe: “Less Is More.”. Moto lain datang dari seorang desainer, Buckminster Fuller: “Doing more with less.”.
Akar Desain Minimalis
Desain minimalis dipengaruhi juga oleh hal-hal tertentu yang pernah hadir sebelumnya. Secara khusus, apa yang memengaruhi desain minimalis adalah Gerakan seni De Stijl, Arsitek bernama Van Der Rohe, dan desain tradisional Jepang.
  • Gerakan Seni De Stijl
De Stijl adalah sebuah gerakan artistik di Belanda yang dimulai pada tahun 1917 dan berlangsung hingga kira-kira awal 1930an. Istilah “De Stijl” berasal dari bahasa belanda yang berarti “The Style”. Pergerakan tersebut meliputi pelukis, pematung, arsitek, dan juga desainer.
De Stijl mendorong kesederhanaan dan abstraksi dengan mengurangi desain hanya pada bentuk dan warnanya yang esensial, garis horisontal dan vertikal, bentuk rectangular, nilai primer berwarna putih, hitam, dan abu-abu, serta warna primer biru, merah, dan kuning.
  • Ludwig Van Der Rohe
Ludwig Mies van der Rohe adalah seorang arsitek Jerman yang dianggap sebagai pelopor arsitektur modern. Gaya arsitekturalnya selama Perang Dunia I meletakkan dasar untuk desain minimalis. Dia telah merancang banyak bangunan bersejarah, termasuk Chicago’s Crown Hall dan New York Seagram Building.
Van der Rohe mengupayakan kesederhanaan dan kejelasan dalam desain arsitekturalnya dengan menggunakan bahan modern seperti baja dan pelat kaca, memiliki kerangka kerja struktural minimal, termasuk banyaknya open space atau ruang terbuka. Dia adalah orang yang mempopulerkan istilah “less is more”.
  • Desain tradisional Jepang
Menambahkan hanya apa yang dibutuhkan dan menyingkirkan yang tidak perlu selalu menjadi fokus utama dalam desain tradisional Jepang. Arsitektur dan desain interior Jepang kuno hanya menggunakan sedikit warna. Pilihan warna dan desain sederhana, dengan garis dan bentuk yang bersih serta ramping.
Desain Jepang berhubungan erat dengan budaya Jepang. Budaya Jepang diresapi dengan Zen dan kesederhanaan. Segala sesuatu dari bagaimana makanan disiapkan, disajikan, bagaimana makanannya, untuk hal-hal seperti upacara minum teh, semuanya menempatkan fokus pada kesederhanaan dan fokus pada aktivitas yang ada.
Desain tradisional Jepang sangat berbeda dengan desain tradisional Barat semisal Gothic atau Victorian.
Sejarah Singkat Desain Minimalis
Desain minimalis dimulai pada awal abad 20 dengan rancangan arsitektur, sekitar tahun 1920-an. Arsitek Pasca Perang Dunia I Van der Rohe adalah salah satu arsitek terkemuka pertama yang menggunakan prinsip-prinsip dalam desainnya yang menjadi contoh desain minimalis.
Alasan arsitektur minimalis mulai lepas landas adalah tersedianya bahan dan material-material modern seperti kaca, beton dan baja. Selain itu, mulai terbentuknya cara-cara standar membangun sebuah gedung, turut mempercepat rancang bangun gedung minimalis secara lebih efektif.
Tren berlanjut hingga pertengahan abad ke-20, saat Buckminster Fuller berhasil mendesain kubah menggunakan bentuk geometris sederhana yang masih berdiri dan terlihat sangat modern.
Fokus pada kesederhanaan ini turun dan diadopsi ke dalam seni melukis, desain interior, fashion, dan juga musik. Begitulah cara desain minimalis mempengaruhi segala bidang hingga menjadi semacam gaya desain yang sangat lumrah. Pelukis Frank Stella mengatakan, “What you see is what you see.”
Seni minimal berkembang di tahun 1960an di Amerika. Mirip dengan gerakan seni De Stijl, pelukis bereaksi terhadap seni “abstrak-ekspresionisme” hingga akhirnya hanya menggunakan bentuk geometris yang belum sempurna dalam karya seni mereka dan tidak menambahkan hiasan apapun atau elemen-elemen lainnya.
Tentu saja, fokus pada kesederhanaan juga mempengaruhi desain produk. Ikea adalah salah satunya. Perusahaan furnitur asal Swedia ini adalah contoh lain dari produk konsumen yang dirancang sangat minimalis. Perabotannya sangat sederhana, sehingga seringkali bahkan tanpa memerlukan petunjuk penggunaan atau pemasanagn karena sudah sangat jelas.
Pendekatan Praktis Menuju Desain Minimalis
Mengetahui sejarah dan tokoh kunci desain minimalis merupakan awal yang sangat bagus. Namun pengetahuan tanpa tindakan adalah useless alias tidak berguna. Dari urbanhomez, berikut prinsip-prinsip penting desain interior minimalis dan bagaimana cara menerapkannya di rumah Anda.
  • Minimalis berarti kamar yang luas dengan minimal furnitur dan juga detail.
  • Elemen utama gaya ini adalah memperhatikan bentuk, warna dan tekstur.
  • Furnitur, kain atau partisi kaca memainkan peran sebagai room separator.
  • Dalam aksen desain minimalis modern dibuat pada bentuk geometris dan asimetris yang tajam. Perabotan harus memiliki bentuk yang ramping dan dilapisi dengan kulit warna netral.
  • Jumlah aksesori minimal.
  • Lantai harus terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan dan dijaga seperti kayu, linoleum atau genteng.
  • Putih adalah warna utama untuk gaya ini. Putih harus membentuk dasar untuk dinding, lantai dan furnitur.
  • Sebagai alternatif Anda bisa memilih warna netral seperti beige, abu-abu, hijau muda.
  • Untuk membuat aksen Anda bisa menggunakan warna cerah, tapi hanya satu.
  • Wall art dan beberapa detail besar pada dinding.
  • Jendela besar yang biasanya tidak memiliki tirai atau corak, menciptakan efek ringan.
Prinsip dasar desain interior minimalis adalah tetap fokus pada garis yang bersih, permukaan keras dan perabotan rendah. Namun akhir-akhir ini kita juga melihat tepi yang lebih lembut, lebih banyak warna, dan juga tekstur yang bervariasi. Gaya desain interior minimalis sepertinya masih merupakan pilihan paling banyak digunakan saat ini.
Apakah konsep desain minimalis akan tetap relevan dan sesuai sebagai gaya interior rumah idaman Anda? Atau adakah gaya desain lain selain minimalis yang jadi kesukaan Anda? Semua tentu soal selera dan tergantung pada preferensi pribadi Anda.
  • Mengenal Gaya Arsitektur (5) : Arsitektur Minimalis
Istilah ‘minimalis’ adalah tren dari awal abad ke-19 dan secara bertahap menjadi gerakan penting dalam respon terhadap desain sebelum, yang lebih banyak menggunakan unsur dekorasi. Desain minimalis bukan desain yang sangat populer, tetapi desain ini merambah di segala bidang kehidupan; seni visual, musik, fashion, film, otomotif, web dan lain-lain.  Di London dan New York, arsitektur minimalis populer di akhir 1980-an, di mana arsitek dan perancang busana bekerja sama di butik untuk mencapai kesederhanaan. Dimana desainnya banyak menggunakan elemen putih, pencahayaan dingin, ruangan yang besar dengan pemakaian sedikit furnitur. Arsitektur minimalis menyederhanakan ruang hidup untuk mengungkapkan kualitas penting dari bangunan dan menyampaikan kesederhanaan dalam sikap terhadap kehidupan.
Desain minimalis digunakan untuk menggambarkan tren dalam desain dan arsitektur dimana subjek direduksi menjadi elemen yang diperlukannya. Kata-kata “gaya minimalis” cenderung menyulap pikiran ruang kosong tanpa kepribadian dan gaya. Gaya minimalis jauh lebih dari itu. Ini adalah gaya dekorasi dan hidup di mana tujuannya adalah untuk mengexpose fitur-fitur elemen  yang paling mendasar. Dalam dekorasi, itu berarti menghilangkan unsur yang tidak perlu  dan menemukan keindahan dalam kesederhanaan.
Inovasi berbagai material seperti baja, beton, dan kaca, standardisasi, dan efisiensi memberi tantangan baru dalam dunia desain. Berbagai pemikiran tentang desain minimalis telah banyak dikemukakan oleh arsitek lokal di Eropa dan Amerika. Pada saat itu mereka telah berusaha untuk menemukan format  arsitektur baru yang mencerminkan semangat  untuk mencoba meninggalkan pengaruh arsitektur klasik.
Minimalis dalam arsitektur menekankan hal-hal yang bersifat esensial dan fungsional. Bentuk geometris elementer tanpa ornamen atau dekorasi menjadi karakternya. Mengacu pada pendapat Carlos Rego itu, dapat dikatakan arsitektur minimalis dikenal sebagai abad modern, abad yang diramaikan berbagai kemajuan sebagai hasil dari revolusi industri.
Konsep dan elemen desain
Konsep arsitektur minimalis adalah pencapaian ke kualitas yang esensial untuk menghasilkan kesederhanaan.  Idenya adalah tidak sepenuhnya tanpa ornamen, tetapi bahwa semua bagian, detail dan pemakaian bahan dari kayu  dikurangi  ke tahap di mana tidak ada yang dapat menghapus apa-apa lagi untuk meningkatkan desain.
Pertimbangan untuk ‘esensi’ ringan, bentuk, detail dari materi, ruang, tempat dan kondisi manusia. arsitek minimalis tidak hanya mempertimbangkan kualitas fisik bangunan. Selain itu, mereka melihat secara mendalam ke dimensi spiritual dan tak terlihat, dengan memperhatikan detail,  ruang, alam dan bahan. Yang mengungkapkan kualitas abstrak sesuatu yang tidak terlihat dan mencari esensi dari sifat-sifat yang tak terlihat. Seperti cahaya alami, langit, bumi dan udara. Selain itu, mereka membuka dialog dengan lingkungan sekitarnya untuk menentukan bahan yang paling penting untuk pembangunan dan menciptakan hubungan antara bangunan dan lingkungan sekitarnya.
Dalam arsitektur minimalis, elemen desain menyampaikan pesan kesederhanaan. Bentuk-bentuk dasar geometris, unsur tanpa hiasan, bahan-bahan sederhana dan pengulangan struktur mewakili rasa ketertiban dan kualitas penting pemakaian cahaya alami pada bangunan mengungkapkan ruang yang sederhana dan bersih.
Pembangunan
Penerapan bahasa desain minimalis pada dasarnya ada tampilan arsitektur modern, tetapi hadir di masa lalu. Dalam banyak periode sejarah arsitektur, pembangun dan arsitek berusaha untuk memberikan bentuk murni bangunan  dan geometri yang jelas. Dengan demikian, di Basilika Constantine di Trier pada akhir zaman sudah kehilangan elemen dekoratif
Ciri
Bentuk bangunan minimalis sering memiliki bentuk persegi. Mereka mencari kemurnian bentuk dan geometricism. Ketika digunakan bahan bangunan dari kaca,  beton, baja dan batu alam, gaya arsitektur tidak dapat selalu menonjol ke penampil berbeda dari gaya lain karena batas antara gaya modern sering kabur dan kedua gaya arsitektur itu akan berbeda apabila dilihat dari dekat.
Desain minimalis dipengaruhi oleh hal-hal tertentu yang datang sebelumnya, seperti:
Gerakan Seni De Stijl
De Stijl merupakan gerakan seni di Belanda dimulai sekitar tahun 1917 sampai sekitar awal tahun 1930-an.  De Stijl memperluas ide-ide dengan mengorganisir elemen dasar seperti garis dan bidang yang mendukung materialisme dan fungsionalisme. Secara umum, De Stijl mengusulkan kesederhanaan dan abstraksi dengan mengurangi desain hanya untuk bentuk penting saja, baik dalam arsitektur dan lukisan, dengan menggunakan garis-garis lurus horizontal dan vertikal dan bentuk persegi panjang. Selanjutnya, pemakaian warna gerakan ini terbatas pada warna primer, merah, kuning, dan biru, dan tiga nilai utama, hitam, putih, dan abu-abu. Gerakan ini meliputi pelukis, pematung, arsitek, dan desainer.
Dalam filsafat Neoplatonis dari matematikawan MHJ Schoenmaekers. Karya-karya De Stijl akan mempengaruhi gaya Bauhaus dan gaya  arsitektur internasional, fashion dan desain interior. Namun, tidak mengikuti pedoman umum seperti Kubisme, Futurisme, Surealisme juga tidak mematuhi prinsip-prinsip sekolah seni seperti Bauhaus. De Stijl berpengaruh pada arsitektur tetap cukup lama setelah 1931, Mies van der Rohe merupakan salah satu pendukung paling penting dari ide-idenya. Antara tahun 1923 dan 1924, Rietveld merancang Rietveld Schröder House, satu-satunya bangunan telah dibuat benar-benar sesuai dengan prinsip De Stijl. Contoh Stijl-dipengaruhi bekerja dengan J.J.P. Oud dapat ditemukan di Rotterdam (Café De Unie) dan Hoek van Holland.
Arsitek Mies van der Rohe
Ludwig Mies van der Rohe adalah seorang arsitek Jerman yang yang dianggap sebagai pelopor arsitektur modern, dan gaya arsitektur selama pasca-Perang Dunia I meletakkan dasar untuk desain minimalis. Dia telah merancang banyak bangunan landmark, termasuk Chicago Crown Hall dan Gedung Seagram New York. Van der Rohe mengupayakan kesederhanaan dan kejelasan dalam desain arsitektur nya dengan mengeksplorasi kemajuan integrasi industri (seperti baja dan  kaca), teknologi dalam arsitektur, dan antidekorasi. Dia mendesain kerangka struktural yang minimal dan menciptakan banyak ruang terbuka.
Arsitek Ludwig Mies van der Rohe mengadopsi motto ” Less is more ” untuk menggambarkan teknik estetikanya mengatur berbagai komponen yang diperlukan sebuah gedung untuk menciptakan kesan kesederhanaan dengan menggunakan setiap elemen dan detail untuk melayani tujuan beberapa visual dan fungsional ( misalnya, merancang lantai juga berfungsi sebagai radiator).
Buckminster Fuller
Buckminster Fuller adalah seorang desainer Amerika yang terbaik dikenal untuk desain arsitekturnya kubah geodesik. Lahir pada tahun 1895, futuris kecenderungan Fuller membantunya untuk merancang kubah geodesik minimalis di pertengahan abad ke-20 yang bisa berdiri sendiri dan masih berdiri saat ini.
Konsep dan bangunannya meliputi:
  • Dymaxion house (1928)
  • Aerodynamic Dymaxion car (1933)
  • Prefabricated compact bathroom cell (1937)
  •  Dymaxion Deployment Unit (1940)
  • Dymaxion Map of the world (1946)
  •  Buildings (1943)
  • Tensegrity structures (1949)
  • Geodesic dome for Ford Motor Company (1953)
  • Patent on geodesic domes (1954)
  • The World Game (1961) and the World Game Institute (1972)
  • Patent on octet truss (1961)
  • Montreal Biosphère (1967), United States pavilion at Expo 67
  • Comprehensive Anticipatory Design Science
Le Corbusier
Le Corbusier (nama asli: Charles-Edouard Jeanneret; lahir 6 Oktober 1887 – meninggal 27 Agustus 1965 pada umur 77 tahun) adalah arsitek Swiss yang terkenal. Ia juga adalah seorang perencana perkotaan, pelukis, pemahat, penulis dan perancang perabot. Corbusier dikenal sebagai salah satu orang pertama yang menyadari pengaruh mobil terhadap bentuk dan rancangan pemukiman manusia. Ia tidak menyukai segala bentuk hiasan atau ornamentasi pada bangunan, dan pernah mengatakan bahwa “semua bangunan seharusnya berwarna putih”.
Antara karya-karyanya yang paling terkenal:
    Kursi Chaise longue ‘LC4’
    1928 – Villa Savoye, Poissy-sur-Seine, Perancis
    1947-1952 – Unité d’Habitation, Marseille, Perancis
    1948-1951 – Usine Claude et Duval, Saint-Dié-des-Vosges, Perancis
    1950-1955 – Chapelle Notre Dame du Haut, Ronchamp, Perancis
Ada banyak orang yang melakukan desain minimalis, tapi seperti dengan tren atau gerakan, tetapi mereka merupakan tokoh kunci yang lebih menonjol dan berpengaruh daripada yang lain. Karya-karya mereka diatas menyiratkan bentuk elementer, fungsional, dan antidekorasi ini bisa disebut desain arsitektur minimalis.
Pengaruh dari tradisi Jepang
Ide kesederhanaan muncul dalam banyak kebudayaan, terutama budaya tradisional Jepang dengan Filsafat Zen-nya. Jepang memanipulasi budaya Zen ke dalam estetika dan desain elemen untuk bangunan mereka Gagasan arsitektur telah mempengaruhi Masyarakat Barat, khususnya di Amerika sejak pertengahan abad ke-18.
Konsep  kesederhanaan zen mengirimkan ide-ide kebebasan dan esensi hidup. Kesederhanaan tidak hanya nilai estetika, memiliki persepsi moral yang melihat ke dalam sifat kebenaran dan mengungkapkan sifat batin bahan dan objek untuk esensi.
Prinsip estetika Jepang dari Ma mengacu pada ruang kosong atau terbuka. Itu menghilangkan semua dinding didalam ruangan yang tidak perlu dan membuka ruang antara interior dan eksterior. Kekosongan dari penataan ruang adalah ide lain yang mengurangi segala sesuatu ke kualitas yang paling penting.
Estetika Jepang Wabi-sabi menghargai kualitas obyek sederhana dan polos. Hal menghargai adanya fitur yang tidak perlu untuk melihat kehidupan dalam ketenangan dan mengungkapkan karakter  bawaan bahan. Sebagai contoh, seni tumbuhan Jepang, juga dikenal sebagai Ikebana memiliki arti membiarkan bunga mengungkapkan sendiri. Orang-orang memotong cabang-cabang, daun dan bunga dari tanaman dan hanya mempertahankan bagian penting dari tanaman. Ini menyampaikan gagasan kualitas penting dan karakter bawaan di alam.
MA terwujud dalam kehidupan arsitektur, desain taman Jepang dan merangkai bunga (Ikebana). Namun, jauh dari hanya sebuah konsep tata ruang, MA selalu hadir dalam semua aspek kehidupan sehari-hari Jepang, yang berlaku untuk waktu serta tugas sehari-hari.
Hasil Kongres C.I.A.M. (Congrès International d’Architecture Moderne) II
C.I.A.M. II  diadakan di kota Frankfurt Jerman pada tahun 1929 yang bertema “Die Wohnung fur das exixtenz minimum”, yang kira-kira bermakna, bagaimana merancang di atas lahan yang terbatas dengan efisiensi tinggi dan batasan pokok standar hidup yang minimal.
Kongres menghasilkan resume sebagai berikut :
mengklasifikasi unit bangunan hunian/rumah dalam sebuah blok perumahan bertingkat
membuat tipe unit hunian yang diklasifikasikan atas dasar tipe keluarga, yangkemudian diklasifikasikan lagi atas dasar perkiraan umum (keluarga muda,dewasa, dan tua)
tipe unit hunian yang terkecil yang mungkin dibuat adalah ‘one roomapartement’, berupa sebuah kamar dengan segala fasilitas standarnya.
Congres Internationaux d’Architecture Moderne  (CIAM)  adalah sebuah organisasi yang didirikan pada tahun 1928 dan dibubarkan pada tahun 1959, bertanggung jawab untuk serangkaian acara dan kongres diatur di seluruh dunia oleh arsitek yang paling menonjol  waktu itu, dengan tujuan menyebarkan prinsip-prinsip Gerakan Modern di semua domain utama arsitektur (seperti lanskap, urbanisme, desain industri, dan banyak lainnya).
  • Asal Muasal Desain Interior Minimalis
Minimalisme yang menjadi dasar prinsip desain interior minimalis berasal dari pemikiran dan karya seni dari beberapa belahan dunia.
Desain interior minimalis.
KOMPAS.com – Pamor desain interior minimalis seakan tak pernah redup. Apalagi dengan segala keterbatasan yang ada, baik lahan maupun anggaran, desain interior minimalis selalu menjadi andalan dalam penataan hunian. Di tengah popularitasnya, semakin banyak yang salah menafsirkan pengertian desain interior minimalis, terutama mengenai praktiknya yang hanya dapat diterapkan pada hunian berukuran kecil. Padahal, desain interior minimalis terinspirasi dari sebuah aliran seni bernama minimalisme yang sama sekali tidak menjadikan ukuran sebagai dasar penerapannya. Minimalisme dalam berbagai bidang, mulai dari seni rupa, arsitektur, dan desain lebih diadopsi sebagai prinsip ketimbang pencapaian visual. Prinsip minimalisme mengedepankan penggunaan komponen esensial demi kepentingan estetika dan fungsi, terlepas dari seberapa luas dan kecil medium yang digunakan. Ketika berbicara dari mana desain interior minimalis berasal, maka penelusuran pun dimulai melalui pemikiran dan karya yang mempengaruhi aliran minimalisme itu sendiri. Desain interior minimalis merupakan aplikasi turunan yang berasal dari arsitektur minimalis. Di awal abad ke-20, arsitek asal Jerman, Ludwig Mies van der Rohe mempelopori penggunaan prinsip minimalis dalam bidang arsitektur. Prinsip minimalis yang diterapkan banyak mengandung unsur-unsur dalam pergerakan seni De Stijl (1917), seperti penggunaan bentuk-bentuk geometris, yaitu berupa garis dan persegi panjang, dan warna-warna netral.
Desain interior minimalis.(Dekoruma) Selain itu, desain bangunan yang dirancang van der Rohe tak banyak menampilkan struktur rumit. Ia kerap mengurangi bentuk dalam massa bangunan dan menggunakan material modern berbahan besi, semen, dan kaca. Hal tersebut diterapkan demi memperoleh desain bangunan yang efisien, namun tetap fungsional dan tampil estetis. Pengaruh prinsip minimalis dalam bidang arsitektur, interior, dan seni rupa pun semakin meluas dengan berlangsungnya pergerakan seni Bauhaus di Eropa pada tahun 1920. Desain interior minimalis lantas semakin berkembang sampai ke pertengahan abad ke-20. Istilah “less is more” yang menjadi jargon andalan minimalisme pun mulai dikenal secara luas. Tahun 1960-1970 menandai pergerakan minimalisme menguasai sektor kesenian di Eropa dan Amerika.
Desain interior minimalis
Lantas kesuksesan minimalisme membuatnya menjadi bagian dari prinsip berbudaya dan berkehidupan. Minimalisme tidak hanya dapat diterapkan dalam berbagai bidang kesenian dan keilmuan praktis, namun juga aplikatif diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan hasil penelitian yang dilakukan Cedric VanEenoo dari University of Technology Sydney menyebutkan minimalisme memberikan pengaruh kuat terhadap kesejahteraan diri seseorang. Beberapa waktu lalu, serial bersih-bersih rumah yang dipandu oleh Marie Kondo sempat menarik banyak perhatian.
Metode KonMari yang diperkenalkan Kondo menekankan terhadap penggunaan barang yang paling dibutuhkan dan meninggalkan barang yang sudah tidak lagi memberikan nilai terhadap kehidupan.
Desain interior minimalis
Metode tersebut selaras dengan penerapan prinsip minimalisme. Kondo memang merujuk pada nilai-nilai yang terkandung dalam filosofi Zen. Atau seperti ma yang berarti kekosongan ruang, seijaku yang merujuk pada keheningan atau ketenangan dan wabi sabi yang menyatakan keindahan pada ketidaksempurnaan asalkan terdapat kecukupan. Secara prinsip, filosofi inilah yang menjadi salah satu akar dari aliran minimalisme.
Perkembangan filosofi Zen pada tahun 1980 merupakan sebuah respon atas pertumbuhan penduduk yang melonjak secara drastis, sekaligus urbanisasi yang berlangsung secara masif di Jepang. Lahan-lahan seketika dipadati perumahan dan gedung-gedung tinggi. Belum lagi, perkembangan sektor industri dan teknologi juga kian mempercepat laju modernisasi. Keseimbangan dan simplisitas yang ditawarkan filosofi Zen hadir sebagai solusi untuk mengatasi carut-marut kehidupan urban modern. Nilai-nilai yang berusaha dicapai dari filosofi Zen seperti kenyamanan, ketahanan, dan harmonisasi memberikan pengaruh lebih kepada para desainer saat menerapkan desain interior minimalis.
  • Perkembangan Trend Gaya Rumah Minimalis Modern Saat Ini | AGORA DESIGN BALI
Perkembangan Trend Gaya Rumah Minimalis Modern Saat Ini | AGORA DESIGN BALI
Beberapa tahun belakangan ini, tren atau gaya arsitektur di Indonesia cenderung ke arah minimalis. Sebenarnya apa yang disebut Minimalisme itu?
Pada dasarnya, arsitektur minimalis merupakan modifikasi aliran desain bergaya modern. Desain modern ini kemudian direduksi. Aliran ini sering pula diintepretasikan sebagai reaksi terhadap gaya ekspresionisme.
Di Indonesia, kecenderungan orang memilih desain arsitektur minimalis, semata-mata sebagai reaksi kejenuhan terhadap model bangunan yang cenderung monoton, banyak ornamen, susah dibersihkan dan lain-lain. Di lain sisi, tren minimalis juga dipengaruhi oleh gaya arsitektur dunia pada umumnya yang cenderung mengutamakan kesan praktis, sederhana namun tidak mengurangi fungsi dasar dan keindahannya.
Minimalisme pun rupanya bukan tanpa masalah. Pada beberapa kasus, dengan saking inginnya seorang arsitek menerapkan 100% minimalis, masalah baru pun dapat timbul. Contoh paling mudah adalah atap datar dari cor beton yang diterapkan secara total pada suatu bangunan rumah tinggal.
Tak bisa dipungkiri, desain bangunan rumah minimalis yang sering kita lihat di majalah luar negeri cenderung tanpa atap. Karena Indonesia terletak di khatulistiwa dan memiliki iklim tropis, maka sebenarnya, atap dak beton kurang cocok.
Pada musim panas, dak beton menerima panas terus menerus dari matahari. Di samping memberikan radiasi panas pada ruangan di bawahnya, dak beton pun cenderung retak. Pada musim penghujan, retakan tersebut dapat terisi air dan bocor pun menjadi masalah yang umum terjadi.
baca juga Desain Rumah Minimalis Gaya Bali
Meski sebetulnya, beton cor dapat disubstitusi dengan material lain seperti atap baja ringan, pada prakteknya, radiasi panas matahari tetap menjadi masalah. Pada saat terik panas ruang pun dapat meningkat. Saat hujan, suara berisik air yang mengenai permukaan atap menjadi pengganggu.
Elemen lain yang tak kalah penting dalam desain minimalis adalah kusen dan jendela. Biasanya bangunan minimalis menggunakan kusen dan jendela yang terbuat dari bahan tahan cuaca seperti aluminium. Karena bangunan minimalis cenderung tanpa atap maka tidak adanya perlindungan terhadap kusen dan jendela. Penggunaan material kayu sangat tidak disarankan karena muai susutnya dan rusaknya finishing yang tergerus air hujan dan sinar matahari.
Nah, dari paparan diatas maka dapat disimpulkan bahwa sebenarnya mengadaptasi trend arsitektur minimalis pada bangunan seperti rumah tinggal tidaklah dilarang atau salah. Tetapi trend minimalis yang ada juga harus disesuaikan dengan karakteristik tropis di Indonesia supaya jangan sampai terjadi “korban trend”. Hal diatas hanyalah beberapa unsur saja dari unsur- unsur lainnya yang harus diperhatikan.
l Desain Arsitektur Minimalis
  1. Desain Minimalis: Sejarah Singkat, Ciri Khusus & Tip Praktis
Interiordesign.id – Desain minimalis adalah salah satu gaya desain yang paling signifikan abad ini. Desain minimalis mungkin bukanlah yang paling populer, tetapi memiliki pengaruh ke hampir segala bidang. Pengaruh desain minimalis bisa dibilang menembus lebih banyak bidang daripada hampir semua tren seni atau gaya desain lainnya.
Hampir semua memiliki pengaruh desain minimalis. Dari desain antarmuka (user interface), desain perangkat keras, desain mobil, film dan game, hingga desain web, dan tidak terkecuali desain interior. Semua bidang tersebut dipengaruhi oleh gerakan minimalisme.
Kita mungkin tidak menyadari secara pasti apa itu minimalisme? Namun besar kemungkinan saat ini kita justru sedang mengakrabi dan bahkan intim dengan desain minimalis. Ponsel pintar, perangkat lunak atau antarmuka aplikasi, desain brosur yang disajikan secara grafis, atau hanya sekadar duduk-duduk santai pada sebuah sofa atau kursi. Sebuah ruang hidup dengan karakter dan tampilan minimalis.
Ada banyak sekali alasan mengapa minimalisme mampu menembus begitu banyak bidang namun kurang dikenal daripada desain pop art atau sejenisnya. Alasan yang paling prinsipil adalah karena minimalis memang lebih merupakan prinsip daripada sekadar sebuah gaya visual.
Akibatnya, karena minimalis merupakan prinsip dan arah desain, desainer di luar arsitektur dan atau desain industri, dapat menerapkan dan mengadopsi prinsip-prinsip desain minimalis.
Minimalisme tidak mencolok dan wah, namun lebih mengedepankan kesederhanaan. Minimalisme memiliki pengaruh yang besar dan sangat luas.
Apa itu Desain Minimalis?
Minimalis adalah tren desain yang dimulai pada abad ke-20 dan berlanjut hingga sekarang. Desain minimalis adalah desain yang dipreteli, menghapus bagian-bagian yang tidak perlu, hingga hanya meninggalkan elemen-elemen pentingnya saja.
Pernyataan terkenal untuk desain minimalis berasal dari seorang arsitek bernama Ludwig Mies van der Rohe: “Less Is More.”. Moto lain datang dari seorang desainer, Buckminster Fuller: “Doing more with less.”.
Akar Desain Minimalis
Desain minimalis dipengaruhi juga oleh hal-hal tertentu yang pernah hadir sebelumnya. Secara khusus, apa yang memengaruhi desain minimalis adalah Gerakan seni De Stijl, Arsitek bernama Van Der Rohe, dan desain tradisional Jepang.
  • Gerakan Seni De Stijl
De Stijl adalah sebuah gerakan artistik di Belanda yang dimulai pada tahun 1917 dan berlangsung hingga kira-kira awal 1930an. Istilah “De Stijl” berasal dari bahasa belanda yang berarti “The Style”. Pergerakan tersebut meliputi pelukis, pematung, arsitek, dan juga desainer.
De Stijl mendorong kesederhanaan dan abstraksi dengan mengurangi desain hanya pada bentuk dan warnanya yang esensial, garis horisontal dan vertikal, bentuk rectangular, nilai primer berwarna putih, hitam, dan abu-abu, serta warna primer biru, merah, dan kuning.
  • Ludwig Van Der Rohe
Ludwig Mies van der Rohe adalah seorang arsitek Jerman yang dianggap sebagai pelopor arsitektur modern. Gaya arsitekturalnya selama Perang Dunia I meletakkan dasar untuk desain minimalis. Dia telah merancang banyak bangunan bersejarah, termasuk Chicago’s Crown Hall dan New York Seagram Building.
Van der Rohe mengupayakan kesederhanaan dan kejelasan dalam desain arsitekturalnya dengan menggunakan bahan modern seperti baja dan pelat kaca, memiliki kerangka kerja struktural minimal, termasuk banyaknya open space atau ruang terbuka. Dia adalah orang yang mempopulerkan istilah “less is more”.
  • Desain tradisional Jepang
Menambahkan hanya apa yang dibutuhkan dan menyingkirkan yang tidak perlu selalu menjadi fokus utama dalam desain tradisional Jepang. Arsitektur dan desain interior Jepang kuno hanya menggunakan sedikit warna. Pilihan warna dan desain sederhana, dengan garis dan bentuk yang bersih serta ramping.
Desain Jepang berhubungan erat dengan budaya Jepang. Budaya Jepang diresapi dengan Zen dan kesederhanaan. Segala sesuatu dari bagaimana makanan disiapkan, disajikan, bagaimana makanannya, untuk hal-hal seperti upacara minum teh, semuanya menempatkan fokus pada kesederhanaan dan fokus pada aktivitas yang ada.
Desain tradisional Jepang sangat berbeda dengan desain tradisional Barat semisal Gothic atau Victorian.
Sejarah Singkat Desain Minimalis
Desain minimalis dimulai pada awal abad 20 dengan rancangan arsitektur, sekitar tahun 1920-an. Arsitek Pasca Perang Dunia I Van der Rohe adalah salah satu arsitek terkemuka pertama yang menggunakan prinsip-prinsip dalam desainnya yang menjadi contoh desain minimalis.
Alasan arsitektur minimalis mulai lepas landas adalah tersedianya bahan dan material-material modern seperti kaca, beton dan baja. Selain itu, mulai terbentuknya cara-cara standar membangun sebuah gedung, turut mempercepat rancang bangun gedung minimalis secara lebih efektif.
Tren berlanjut hingga pertengahan abad ke-20, saat Buckminster Fuller berhasil mendesain kubah menggunakan bentuk geometris sederhana yang masih berdiri dan terlihat sangat modern.
Fokus pada kesederhanaan ini turun dan diadopsi ke dalam seni melukis, desain interior, fashion, dan juga musik. Begitulah cara desain minimalis mempengaruhi segala bidang hingga menjadi semacam gaya desain yang sangat lumrah. Pelukis Frank Stella mengatakan, “What you see is what you see.”
Seni minimal berkembang di tahun 1960an di Amerika. Mirip dengan gerakan seni De Stijl, pelukis bereaksi terhadap seni “abstrak-ekspresionisme” hingga akhirnya hanya menggunakan bentuk geometris yang belum sempurna dalam karya seni mereka dan tidak menambahkan hiasan apapun atau elemen-elemen lainnya.
Tentu saja, fokus pada kesederhanaan juga mempengaruhi desain produk. Ikea adalah salah satunya. Perusahaan furnitur asal Swedia ini adalah contoh lain dari produk konsumen yang dirancang sangat minimalis. Perabotannya sangat sederhana, sehingga seringkali bahkan tanpa memerlukan petunjuk penggunaan atau pemasanagn karena sudah sangat jelas.
Pendekatan Praktis Menuju Desain Minimalis
Mengetahui sejarah dan tokoh kunci desain minimalis merupakan awal yang sangat bagus. Namun pengetahuan tanpa tindakan adalah useless alias tidak berguna. Dari urbanhomez, berikut prinsip-prinsip penting desain interior minimalis dan bagaimana cara menerapkannya di rumah Anda.
  • Minimalis berarti kamar yang luas dengan minimal furnitur dan juga detail.
  • Elemen utama gaya ini adalah memperhatikan bentuk, warna dan tekstur.
  • Furnitur, kain atau partisi kaca memainkan peran sebagai room separator.
  • Dalam aksen desain minimalis modern dibuat pada bentuk geometris dan asimetris yang tajam. Perabotan harus memiliki bentuk yang ramping dan dilapisi dengan kulit warna netral.
  • Jumlah aksesori minimal.
  • Lantai harus terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan dan dijaga seperti kayu, linoleum atau genteng.
  • Putih adalah warna utama untuk gaya ini. Putih harus membentuk dasar untuk dinding, lantai dan furnitur.
  • Sebagai alternatif Anda bisa memilih warna netral seperti beige, abu-abu, hijau muda.
  • Untuk membuat aksen Anda bisa menggunakan warna cerah, tapi hanya satu.
  • Wall art dan beberapa detail besar pada dinding.
  • Jendela besar yang biasanya tidak memiliki tirai atau corak, menciptakan efek ringan.
Prinsip dasar desain interior minimalis adalah tetap fokus pada garis yang bersih, permukaan keras dan perabotan rendah. Namun akhir-akhir ini kita juga melihat tepi yang lebih lembut, lebih banyak warna, dan juga tekstur yang bervariasi. Gaya desain interior minimalis sepertinya masih merupakan pilihan paling banyak digunakan saat ini.
Apakah konsep desain minimalis akan tetap relevan dan sesuai sebagai gaya interior rumah idaman Anda? Atau adakah gaya desain lain selain minimalis yang jadi kesukaan Anda? Semua tentu soal selera dan tergantung pada preferensi pribadi Anda.
  • Mengenal Gaya Arsitektur (5) : Arsitektur Minimalis
Istilah ‘minimalis’ adalah tren dari awal abad ke-19 dan secara bertahap menjadi gerakan penting dalam respon terhadap desain sebelum, yang lebih banyak menggunakan unsur dekorasi. Desain minimalis bukan desain yang sangat populer, tetapi desain ini merambah di segala bidang kehidupan; seni visual, musik, fashion, film, otomotif, web dan lain-lain.  Di London dan New York, arsitektur minimalis populer di akhir 1980-an, di mana arsitek dan perancang busana bekerja sama di butik untuk mencapai kesederhanaan. Dimana desainnya banyak menggunakan elemen putih, pencahayaan dingin, ruangan yang besar dengan pemakaian sedikit furnitur. Arsitektur minimalis menyederhanakan ruang hidup untuk mengungkapkan kualitas penting dari bangunan dan menyampaikan kesederhanaan dalam sikap terhadap kehidupan.
Desain minimalis digunakan untuk menggambarkan tren dalam desain dan arsitektur dimana subjek direduksi menjadi elemen yang diperlukannya. Kata-kata “gaya minimalis” cenderung menyulap pikiran ruang kosong tanpa kepribadian dan gaya. Gaya minimalis jauh lebih dari itu. Ini adalah gaya dekorasi dan hidup di mana tujuannya adalah untuk mengexpose fitur-fitur elemen  yang paling mendasar. Dalam dekorasi, itu berarti menghilangkan unsur yang tidak perlu  dan menemukan keindahan dalam kesederhanaan.
Inovasi berbagai material seperti baja, beton, dan kaca, standardisasi, dan efisiensi memberi tantangan baru dalam dunia desain. Berbagai pemikiran tentang desain minimalis telah banyak dikemukakan oleh arsitek lokal di Eropa dan Amerika. Pada saat itu mereka telah berusaha untuk menemukan format  arsitektur baru yang mencerminkan semangat  untuk mencoba meninggalkan pengaruh arsitektur klasik.
Minimalis dalam arsitektur menekankan hal-hal yang bersifat esensial dan fungsional. Bentuk geometris elementer tanpa ornamen atau dekorasi menjadi karakternya. Mengacu pada pendapat Carlos Rego itu, dapat dikatakan arsitektur minimalis dikenal sebagai abad modern, abad yang diramaikan berbagai kemajuan sebagai hasil dari revolusi industri.
Konsep dan elemen desain
Konsep arsitektur minimalis adalah pencapaian ke kualitas yang esensial untuk menghasilkan kesederhanaan.  Idenya adalah tidak sepenuhnya tanpa ornamen, tetapi bahwa semua bagian, detail dan pemakaian bahan dari kayu  dikurangi  ke tahap di mana tidak ada yang dapat menghapus apa-apa lagi untuk meningkatkan desain.
Pertimbangan untuk ‘esensi’ ringan, bentuk, detail dari materi, ruang, tempat dan kondisi manusia. arsitek minimalis tidak hanya mempertimbangkan kualitas fisik bangunan. Selain itu, mereka melihat secara mendalam ke dimensi spiritual dan tak terlihat, dengan memperhatikan detail,  ruang, alam dan bahan. Yang mengungkapkan kualitas abstrak sesuatu yang tidak terlihat dan mencari esensi dari sifat-sifat yang tak terlihat. Seperti cahaya alami, langit, bumi dan udara. Selain itu, mereka membuka dialog dengan lingkungan sekitarnya untuk menentukan bahan yang paling penting untuk pembangunan dan menciptakan hubungan antara bangunan dan lingkungan sekitarnya.
Dalam arsitektur minimalis, elemen desain menyampaikan pesan kesederhanaan. Bentuk-bentuk dasar geometris, unsur tanpa hiasan, bahan-bahan sederhana dan pengulangan struktur mewakili rasa ketertiban dan kualitas penting pemakaian cahaya alami pada bangunan mengungkapkan ruang yang sederhana dan bersih.
Pembangunan
Penerapan bahasa desain minimalis pada dasarnya ada tampilan arsitektur modern, tetapi hadir di masa lalu. Dalam banyak periode sejarah arsitektur, pembangun dan arsitek berusaha untuk memberikan bentuk murni bangunan  dan geometri yang jelas. Dengan demikian, di Basilika Constantine di Trier pada akhir zaman sudah kehilangan elemen dekoratif
Ciri
Bentuk bangunan minimalis sering memiliki bentuk persegi. Mereka mencari kemurnian bentuk dan geometricism. Ketika digunakan bahan bangunan dari kaca,  beton, baja dan batu alam, gaya arsitektur tidak dapat selalu menonjol ke penampil berbeda dari gaya lain karena batas antara gaya modern sering kabur dan kedua gaya arsitektur itu akan berbeda apabila dilihat dari dekat.
Desain minimalis dipengaruhi oleh hal-hal tertentu yang datang sebelumnya, seperti:
Gerakan Seni De Stijl
De Stijl merupakan gerakan seni di Belanda dimulai sekitar tahun 1917 sampai sekitar awal tahun 1930-an.  De Stijl memperluas ide-ide dengan mengorganisir elemen dasar seperti garis dan bidang yang mendukung materialisme dan fungsionalisme. Secara umum, De Stijl mengusulkan kesederhanaan dan abstraksi dengan mengurangi desain hanya untuk bentuk penting saja, baik dalam arsitektur dan lukisan, dengan menggunakan garis-garis lurus horizontal dan vertikal dan bentuk persegi panjang. Selanjutnya, pemakaian warna gerakan ini terbatas pada warna primer, merah, kuning, dan biru, dan tiga nilai utama, hitam, putih, dan abu-abu. Gerakan ini meliputi pelukis, pematung, arsitek, dan desainer.
Dalam filsafat Neoplatonis dari matematikawan MHJ Schoenmaekers. Karya-karya De Stijl akan mempengaruhi gaya Bauhaus dan gaya  arsitektur internasional, fashion dan desain interior. Namun, tidak mengikuti pedoman umum seperti Kubisme, Futurisme, Surealisme juga tidak mematuhi prinsip-prinsip sekolah seni seperti Bauhaus. De Stijl berpengaruh pada arsitektur tetap cukup lama setelah 1931, Mies van der Rohe merupakan salah satu pendukung paling penting dari ide-idenya. Antara tahun 1923 dan 1924, Rietveld merancang Rietveld Schröder House, satu-satunya bangunan telah dibuat benar-benar sesuai dengan prinsip De Stijl. Contoh Stijl-dipengaruhi bekerja dengan J.J.P. Oud dapat ditemukan di Rotterdam (Café De Unie) dan Hoek van Holland.
Arsitek Mies van der Rohe
Ludwig Mies van der Rohe adalah seorang arsitek Jerman yang yang dianggap sebagai pelopor arsitektur modern, dan gaya arsitektur selama pasca-Perang Dunia I meletakkan dasar untuk desain minimalis. Dia telah merancang banyak bangunan landmark, termasuk Chicago Crown Hall dan Gedung Seagram New York. Van der Rohe mengupayakan kesederhanaan dan kejelasan dalam desain arsitektur nya dengan mengeksplorasi kemajuan integrasi industri (seperti baja dan  kaca), teknologi dalam arsitektur, dan antidekorasi. Dia mendesain kerangka struktural yang minimal dan menciptakan banyak ruang terbuka.
Arsitek Ludwig Mies van der Rohe mengadopsi motto ” Less is more ” untuk menggambarkan teknik estetikanya mengatur berbagai komponen yang diperlukan sebuah gedung untuk menciptakan kesan kesederhanaan dengan menggunakan setiap elemen dan detail untuk melayani tujuan beberapa visual dan fungsional ( misalnya, merancang lantai juga berfungsi sebagai radiator).
Buckminster Fuller
Buckminster Fuller adalah seorang desainer Amerika yang terbaik dikenal untuk desain arsitekturnya kubah geodesik. Lahir pada tahun 1895, futuris kecenderungan Fuller membantunya untuk merancang kubah geodesik minimalis di pertengahan abad ke-20 yang bisa berdiri sendiri dan masih berdiri saat ini.
Konsep dan bangunannya meliputi:
  • Dymaxion house (1928)
  • Aerodynamic Dymaxion car (1933)
  • Prefabricated compact bathroom cell (1937)
  •  Dymaxion Deployment Unit (1940)
  • Dymaxion Map of the world (1946)
  •  Buildings (1943)
  • Tensegrity structures (1949)
  • Geodesic dome for Ford Motor Company (1953)
  • Patent on geodesic domes (1954)
  • The World Game (1961) and the World Game Institute (1972)
  • Patent on octet truss (1961)
  • Montreal Biosphère (1967), United States pavilion at Expo 67
  • Comprehensive Anticipatory Design Science
Le Corbusier
Le Corbusier (nama asli: Charles-Edouard Jeanneret; lahir 6 Oktober 1887 – meninggal 27 Agustus 1965 pada umur 77 tahun) adalah arsitek Swiss yang terkenal. Ia juga adalah seorang perencana perkotaan, pelukis, pemahat, penulis dan perancang perabot. Corbusier dikenal sebagai salah satu orang pertama yang menyadari pengaruh mobil terhadap bentuk dan rancangan pemukiman manusia. Ia tidak menyukai segala bentuk hiasan atau ornamentasi pada bangunan, dan pernah mengatakan bahwa “semua bangunan seharusnya berwarna putih”.
Antara karya-karyanya yang paling terkenal:
    Kursi Chaise longue ‘LC4’
    1928 – Villa Savoye, Poissy-sur-Seine, Perancis
    1947-1952 – Unité d’Habitation, Marseille, Perancis
    1948-1951 – Usine Claude et Duval, Saint-Dié-des-Vosges, Perancis
    1950-1955 – Chapelle Notre Dame du Haut, Ronchamp, Perancis
Ada banyak orang yang melakukan desain minimalis, tapi seperti dengan tren atau gerakan, tetapi mereka merupakan tokoh kunci yang lebih menonjol dan berpengaruh daripada yang lain. Karya-karya mereka diatas menyiratkan bentuk elementer, fungsional, dan antidekorasi ini bisa disebut desain arsitektur minimalis.
Pengaruh dari tradisi Jepang
Ide kesederhanaan muncul dalam banyak kebudayaan, terutama budaya tradisional Jepang dengan Filsafat Zen-nya. Jepang memanipulasi budaya Zen ke dalam estetika dan desain elemen untuk bangunan mereka Gagasan arsitektur telah mempengaruhi Masyarakat Barat, khususnya di Amerika sejak pertengahan abad ke-18.
Konsep  kesederhanaan zen mengirimkan ide-ide kebebasan dan esensi hidup. Kesederhanaan tidak hanya nilai estetika, memiliki persepsi moral yang melihat ke dalam sifat kebenaran dan mengungkapkan sifat batin bahan dan objek untuk esensi.
Prinsip estetika Jepang dari Ma mengacu pada ruang kosong atau terbuka. Itu menghilangkan semua dinding didalam ruangan yang tidak perlu dan membuka ruang antara interior dan eksterior. Kekosongan dari penataan ruang adalah ide lain yang mengurangi segala sesuatu ke kualitas yang paling penting.
Estetika Jepang Wabi-sabi menghargai kualitas obyek sederhana dan polos. Hal menghargai adanya fitur yang tidak perlu untuk melihat kehidupan dalam ketenangan dan mengungkapkan karakter  bawaan bahan. Sebagai contoh, seni tumbuhan Jepang, juga dikenal sebagai Ikebana memiliki arti membiarkan bunga mengungkapkan sendiri. Orang-orang memotong cabang-cabang, daun dan bunga dari tanaman dan hanya mempertahankan bagian penting dari tanaman. Ini menyampaikan gagasan kualitas penting dan karakter bawaan di alam.
MA terwujud dalam kehidupan arsitektur, desain taman Jepang dan merangkai bunga (Ikebana). Namun, jauh dari hanya sebuah konsep tata ruang, MA selalu hadir dalam semua aspek kehidupan sehari-hari Jepang, yang berlaku untuk waktu serta tugas sehari-hari.
Hasil Kongres C.I.A.M. (Congrès International d’Architecture Moderne) II
C.I.A.M. II  diadakan di kota Frankfurt Jerman pada tahun 1929 yang bertema “Die Wohnung fur das exixtenz minimum”, yang kira-kira bermakna, bagaimana merancang di atas lahan yang terbatas dengan efisiensi tinggi dan batasan pokok standar hidup yang minimal.
Kongres menghasilkan resume sebagai berikut :
mengklasifikasi unit bangunan hunian/rumah dalam sebuah blok perumahan bertingkat
membuat tipe unit hunian yang diklasifikasikan atas dasar tipe keluarga, yangkemudian diklasifikasikan lagi atas dasar perkiraan umum (keluarga muda,dewasa, dan tua)
tipe unit hunian yang terkecil yang mungkin dibuat adalah ‘one roomapartement’, berupa sebuah kamar dengan segala fasilitas standarnya.
Congres Internationaux d’Architecture Moderne  (CIAM)  adalah sebuah organisasi yang didirikan pada tahun 1928 dan dibubarkan pada tahun 1959, bertanggung jawab untuk serangkaian acara dan kongres diatur di seluruh dunia oleh arsitek yang paling menonjol  waktu itu, dengan tujuan menyebarkan prinsip-prinsip Gerakan Modern di semua domain utama arsitektur (seperti lanskap, urbanisme, desain industri, dan banyak lainnya).
  • Asal Muasal Desain Interior Minimalis
Minimalisme yang menjadi dasar prinsip desain interior minimalis berasal dari pemikiran dan karya seni dari beberapa belahan dunia.
Desain interior minimalis.
KOMPAS.com – Pamor desain interior minimalis seakan tak pernah redup. Apalagi dengan segala keterbatasan yang ada, baik lahan maupun anggaran, desain interior minimalis selalu menjadi andalan dalam penataan hunian. Di tengah popularitasnya, semakin banyak yang salah menafsirkan pengertian desain interior minimalis, terutama mengenai praktiknya yang hanya dapat diterapkan pada hunian berukuran kecil. Padahal, desain interior minimalis terinspirasi dari sebuah aliran seni bernama minimalisme yang sama sekali tidak menjadikan ukuran sebagai dasar penerapannya. Minimalisme dalam berbagai bidang, mulai dari seni rupa, arsitektur, dan desain lebih diadopsi sebagai prinsip ketimbang pencapaian visual. Prinsip minimalisme mengedepankan penggunaan komponen esensial demi kepentingan estetika dan fungsi, terlepas dari seberapa luas dan kecil medium yang digunakan. Ketika berbicara dari mana desain interior minimalis berasal, maka penelusuran pun dimulai melalui pemikiran dan karya yang mempengaruhi aliran minimalisme itu sendiri. Desain interior minimalis merupakan aplikasi turunan yang berasal dari arsitektur minimalis. Di awal abad ke-20, arsitek asal Jerman, Ludwig Mies van der Rohe mempelopori penggunaan prinsip minimalis dalam bidang arsitektur. Prinsip minimalis yang diterapkan banyak mengandung unsur-unsur dalam pergerakan seni De Stijl (1917), seperti penggunaan bentuk-bentuk geometris, yaitu berupa garis dan persegi panjang, dan warna-warna netral.
Desain interior minimalis.(Dekoruma) Selain itu, desain bangunan yang dirancang van der Rohe tak banyak menampilkan struktur rumit. Ia kerap mengurangi bentuk dalam massa bangunan dan menggunakan material modern berbahan besi, semen, dan kaca. Hal tersebut diterapkan demi memperoleh desain bangunan yang efisien, namun tetap fungsional dan tampil estetis. Pengaruh prinsip minimalis dalam bidang arsitektur, interior, dan seni rupa pun semakin meluas dengan berlangsungnya pergerakan seni Bauhaus di Eropa pada tahun 1920. Desain interior minimalis lantas semakin berkembang sampai ke pertengahan abad ke-20. Istilah “less is more” yang menjadi jargon andalan minimalisme pun mulai dikenal secara luas. Tahun 1960-1970 menandai pergerakan minimalisme menguasai sektor kesenian di Eropa dan Amerika.
Desain interior minimalis
Lantas kesuksesan minimalisme membuatnya menjadi bagian dari prinsip berbudaya dan berkehidupan. Minimalisme tidak hanya dapat diterapkan dalam berbagai bidang kesenian dan keilmuan praktis, namun juga aplikatif diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan hasil penelitian yang dilakukan Cedric VanEenoo dari University of Technology Sydney menyebutkan minimalisme memberikan pengaruh kuat terhadap kesejahteraan diri seseorang. Beberapa waktu lalu, serial bersih-bersih rumah yang dipandu oleh Marie Kondo sempat menarik banyak perhatian.
Metode KonMari yang diperkenalkan Kondo menekankan terhadap penggunaan barang yang paling dibutuhkan dan meninggalkan barang yang sudah tidak lagi memberikan nilai terhadap kehidupan.
Desain interior minimalis
Metode tersebut selaras dengan penerapan prinsip minimalisme. Kondo memang merujuk pada nilai-nilai yang terkandung dalam filosofi Zen. Atau seperti ma yang berarti kekosongan ruang, seijaku yang merujuk pada keheningan atau ketenangan dan wabi sabi yang menyatakan keindahan pada ketidaksempurnaan asalkan terdapat kecukupan. Secara prinsip, filosofi inilah yang menjadi salah satu akar dari aliran minimalisme.
Perkembangan filosofi Zen pada tahun 1980 merupakan sebuah respon atas pertumbuhan penduduk yang melonjak secara drastis, sekaligus urbanisasi yang berlangsung secara masif di Jepang. Lahan-lahan seketika dipadati perumahan dan gedung-gedung tinggi. Belum lagi, perkembangan sektor industri dan teknologi juga kian mempercepat laju modernisasi. Keseimbangan dan simplisitas yang ditawarkan filosofi Zen hadir sebagai solusi untuk mengatasi carut-marut kehidupan urban modern. Nilai-nilai yang berusaha dicapai dari filosofi Zen seperti kenyamanan, ketahanan, dan harmonisasi memberikan pengaruh lebih kepada para desainer saat menerapkan desain interior minimalis.
  • Perkembangan Trend Gaya Rumah Minimalis Modern Saat Ini | AGORA DESIGN BALI
Perkembangan Trend Gaya Rumah Minimalis Modern Saat Ini | AGORA DESIGN BALI
Beberapa tahun belakangan ini, tren atau gaya arsitektur di Indonesia cenderung ke arah minimalis. Sebenarnya apa yang disebut Minimalisme itu?
Pada dasarnya, arsitektur minimalis merupakan modifikasi aliran desain bergaya modern. Desain modern ini kemudian direduksi. Aliran ini sering pula diintepretasikan sebagai reaksi terhadap gaya ekspresionisme.
Di Indonesia, kecenderungan orang memilih desain arsitektur minimalis, semata-mata sebagai reaksi kejenuhan terhadap model bangunan yang cenderung monoton, banyak ornamen, susah dibersihkan dan lain-lain. Di lain sisi, tren minimalis juga dipengaruhi oleh gaya arsitektur dunia pada umumnya yang cenderung mengutamakan kesan praktis, sederhana namun tidak mengurangi fungsi dasar dan keindahannya.
Minimalisme pun rupanya bukan tanpa masalah. Pada beberapa kasus, dengan saking inginnya seorang arsitek menerapkan 100% minimalis, masalah baru pun dapat timbul. Contoh paling mudah adalah atap datar dari cor beton yang diterapkan secara total pada suatu bangunan rumah tinggal.
Tak bisa dipungkiri, desain bangunan rumah minimalis yang sering kita lihat di majalah luar negeri cenderung tanpa atap. Karena Indonesia terletak di khatulistiwa dan memiliki iklim tropis, maka sebenarnya, atap dak beton kurang cocok.
Pada musim panas, dak beton menerima panas terus menerus dari matahari. Di samping memberikan radiasi panas pada ruangan di bawahnya, dak beton pun cenderung retak. Pada musim penghujan, retakan tersebut dapat terisi air dan bocor pun menjadi masalah yang umum terjadi.
baca juga Desain Rumah Minimalis Gaya Bali
Meski sebetulnya, beton cor dapat disubstitusi dengan material lain seperti atap baja ringan, pada prakteknya, radiasi panas matahari tetap menjadi masalah. Pada saat terik panas ruang pun dapat meningkat. Saat hujan, suara berisik air yang mengenai permukaan atap menjadi pengganggu.
Elemen lain yang tak kalah penting dalam desain minimalis adalah kusen dan jendela. Biasanya bangunan minimalis menggunakan kusen dan jendela yang terbuat dari bahan tahan cuaca seperti aluminium. Karena bangunan minimalis cenderung tanpa atap maka tidak adanya perlindungan terhadap kusen dan jendela. Penggunaan material kayu sangat tidak disarankan karena muai susutnya dan rusaknya finishing yang tergerus air hujan dan sinar matahari.
Nah, dari paparan diatas maka dapat disimpulkan bahwa sebenarnya mengadaptasi trend arsitektur minimalis pada bangunan seperti rumah tinggal tidaklah dilarang atau salah. Tetapi trend minimalis yang ada juga harus disesuaikan dengan karakteristik tropis di Indonesia supaya jangan sampai terjadi “korban trend”. Hal diatas hanyalah beberapa unsur saja dari unsur- unsur lainnya yang harus diperhatikan

Comments

Popular posts from this blog

Kaligrafi

Artikel By :  www.vallet.id Kaligrafi Asal Usul Kaligrafi Dalam seni rupa Islam, tulisan arab seringkali dibuat kaligrafi. Biasanya isinya disadur ayat-ayat Al-Quran. Bentuknya bermacam-macam, tidak selalu pena di atas kertas, tetapi seringkali juga ditatahkan di atas logam atau kulit. Salah satu bentuk penerapan kaligrafi Islam sebagai seni hias adalah di Istana Al Hamra, Spanyol. Jenis jenis Kaligrafi Islam dibedakan berdasarkan bentuk huruf dan fungsi tulisan tersebut. Tulisan untuk dokumen dokumen resmi misalnya, menggunakan jenis jenis kaligrafi tertentu yang berbeda dengan tulisan tulisan kaligrafi untuk hiasan dan sampul sampul buku. Para tokoh kaligrafi, sejak abad ke-3 H / 9 M telah mengembangkan beragam jenis tulisan dan memberikan nama nama tertentu untuk membedakannya dengan yang lain. Maka banyaklah sebutan sebutan untuk jenis jenis kaligrafi. Sebutan sebutan itu cukup membingungkan karena satu jenis tulisan kaligrafi disebut dengan nama nama yang berma...

Halodoc

Artikel By :  www.vallet.id HaloDoc adalah suatu trobosan yang memanfaatkan teknologi terkini yang menawarkan kemudahan dan mempersingkat wkatu untuk mengakses kesehatan pada saat pengguna membutuhkan pertolongan dokter. Adalah HaloDoc, sebuah teknologi aplikasi kesehatan terpadu yang memfasilitasi interaksi antara dokter dengan pasien .                 Tujuan dari HaloDoc ini menyederhanakan akses kesehatan. Pasien bisa dengan mudah berhubungan dengan dokter lewat gawai. Aplikasi ini juga terkoneksi dengan ApotekAntar dan juga laboratorium. Bukan hanya itu, terkoneksi pula dengan aplikas lab, dimana memudahkan pengguna untuk memsan jasa laboratory test dari laboratorium resmi yang dapat dilaksanakan dimana saja. Ekosistem HaloDoc dirancang untuk memfasilitasi kemudahan masyarakat dan mempersingkat akses pelayanan kesehatan. HaloDoc juga memiliki fitur yang memungkinkan pengguna dapat berkomunikasi deng...

Prestasi dan pencapaian membutuhkan perjuangan tanpa henti dan kemauan untuk mengikuti proses.

Artikel By :  www.vallet.id Prestasi dan pencapaian membutuhkan perjuangan tanpa henti dan kemauan untuk mengikuti proses. Orang-orang sukses dan berhasil pasti menghadapi banyak kesalahan selama perjalanan menempuh tujuan dan senantiasa menghadapi tantangan yang ada di depan mata. Mereka akan terus berjuang, bekerja keras, dan memiliki keyakinan bahwa mereka bisa mencapai impian yang diinginkan. Terapkan 4 kiat di bawah ini untuk meraih prestasi dan mencapai tujuan Anda dengan mudah hingga berhasil. 4 Kiat untuk Meraih Prestasi dan Mencapai Tujuan Anda 1Jangan Menjadikan Keterbatasan Sebagai Penghalang Keterbatasan menjadi salah satu penyebab mengapa banyak usaha yang dilakukan gagal untuk meraih kesuksesan. Keterbatasan yang dimiliki memberikan Anda keyakinan yang negatif tentang diri sendiri dan merasa tujuan terlalu sulit untuk bisa tercapai. Jangan pernah menjadikan batasan sebagai alasan untuk menyerah pada impian jika Anda ingin meraih peresta...