Artikel By : www.vallet.id
Seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa. Bisa diartikan bahwa definisi seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Seni lukis termasuk jenis seni rupa 2 dimensi yang biasa menggunakan media kanvas, kertas, papan, atau bidang tertentu yang dijadikan media ekspresi bagi pelukisnya. Seni lukis menjadi bentuk ekspresi jiwa dan emosi dari pelukisnya. Fungsi seni lukis juga bisa memiliki tujuan lain, seperti untuk fungsi religius, fungsi komersial, dan fungsi simbolis. Lukisan juga bisa hanya memiliki fungsi estetis untuk nilai keindahan, sehingga bisa tergolong sebagai seni rupa murni juga.
Aliran seni lukis terus berkembang dari zaman ke zaman. Terdapat banyak aliran seni lukis yang terkenal misalnya sepertialiran kubisme, aliran naturalisme, aliran romantisme, aliran surealisme, aliran impresionisme, aliran abstrakionisme, dan lain-lain.
Perkembangan seni lukis sejak lama telah melahirkan beragam aliran seni lukis. Berikut ini macam aliran seni lukis yang menjadi acuan para seniman hingga sekarang.
- Aliran surealisme
Aliran surealisme merupakan aliran yg erat hubungannya dengan dunia fantasi, seakan akan kita melukis di dunia mimpi. Lukisan aliran ini memiliki bentuk atau lukisan yang tidak logis/khayalan, meskipun objek sasaran sangat natural.
Ciri-ciri:
Pikiran cenderung imajinatif, penuh khayalan, dan fantasi
Seniman menggunakan metode ekspresi Absolute Sureealism dan Veristic Surrealism
Lukisan aneh dan asing
- Aliran Kubisme
Aliran kubisme merupakan aliran seni lukis yang prinsipnya menggambarkan bentuk objek dengan cara memotong, istorsi, overlap, transparansi, deformasi, dan aneka tampak. Teknik ini dilakukan pada media lukisan dengan melalui pendekatan bentuk-bentuk geometris, seperti segitiga, kubus, segiempat, silinder, lingkaran, bola, kerucut, dan kotak-kotak.
Ciri-ciri:
Memiliki bentuk geometris
Memiliki paduan warna yang sangat perspektif
Lukisan terlihat ceria
- Aliran Romantisme
Aliran seni lukis ini berupaya melukiskan suatu peritsiwa yang dianggap menarik dan istimewa. Aliran jenis ini biasanya menampilkan hal-hal yang bersifat romance, seperti sejarah, tragedi ataupun pemandangan alam. Lukisan aliran ini cenderung statis dan kaku.
Ciri-ciri:
Cenderung didramatisir
Penuh gerak dan dinamis
Pengaturan komposisi dinamis
Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional
Warna bersifat kontras dan meriah
- Aliran Ekspresionisme
Dalam aliran seni lukis ini, seniman mencoba melebih-lebihkan kenyataan dengan bentuk dan warna untuk melahirkan emosi.
Ciri-ciri:
Pemilihan warna diutamakan
Imajinasi seseorang
Lebih mengungkapkan jenis emosi kemarahan dibandingkan emosi bahagia
Mengutamakan tema berdasakan kebebasan
Ungkapan isi hati seseorang
- Aliran Impresionisme
Aliran seni lukis ini berusaha memperlihatkan lukisan berdasarkan kenyataan alam, yaitu murni berasal dari temuan objek alam sekitarnya. Selain itu, ciri gambar cenderung tidak detail pada objeknya dan kabur.
Ciri-ciri:
Objek sangat alami
Lukisan dibuat diluar ruangan
Karya cenderung tidak mendetail tanpa garis penegas
Tidak memakai warna hitam untuk bayangannya.
Definisi Seni Lukis Secara Umum
Seni lukis merupakan salah satu cabang seni rupa berbentuk 2 dimensi yang diwujudkan dalam bidang seperti kanvas, papan, kertas, dan lainnya. Karya dari seni lukis ini disebut dengan lukisan. Sedangkan orang yang membuat karya seni lukis disebut sebagai pelukis. Seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa yang tercipta dari hasil imajinasi seniman yang diekspresikan melalui media garis, warna, tekstur, gelap terang, bidang dan bentuk. Seni lukis menjadi bentuk ekspresi manusia yang dituangkan dalam kanvas atau bidang 2 dimensi lainnya. Adapun menurut Ensiklopedia Nasional Indonesia (1991), definisi seni lukis adalah berasal kata latin “ars” yang artinya keahlian mengekspresikan ide-ide dalam pemikiran estetika, termasuk mewujudkan kemampuan serta imajinasi penciptaan benda, suasana yang mampu menimbulkan rasa indah.
Tujuan Berkarya Seni Lukis
Seni lukis memiliki beberapa fungsi dan tujuan bagi pelukisnya. Berikut merupakan beberapa tujua seni lukis secara umum.
- Tujuan Religius, yakni sebagai bentuk pengabdian yang ditujukan kepada Tuhan.
- Tujuan Simbolis, yakni menjadikan lukisan tersebut menjadi simbol tertentu seperti simbol kekuatan, simbol kepahlawanan, dan sebagainya.
- Tujuan Estetis, yaKni menekankan pada segi keindahan dan nilai estetika dalam membuat sebuah lukisan untuk dijadikan pajangan atau dekorasi.
- Tujuan Komersial, yakni mengutamakan selera pembeli untuk mendapat keuntungan komersial.
- Tujuan Ekspresi, yakni untuk menunjukkan ekspresi atau emosi dalam diri pelukis.
- Tujuan Kritik Sosial, yakni untuk menunjukkan kritik atau ketidakpuasan terhadap pemerintah maupun penguasa setempat.
Comments
Post a Comment