Adakah cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan prestasi diri kita?
Sebagai seorang praktisi pengembangan diri, seringkali saya mendapatkan pertanyaan dari klien atau peserta seminar tentang bagaimana caranya meningkatkan prestasi diri. Pertanyaan ini ditanyakan mulai dari mereka yang masih sekolah, kuliah, hingga yang sudah berkarir. Semua orang tentu ingin bisa mengoptimalkan potensi diri mereka dan mengubahnya menjadi prestasi.
Namun, bagaimana caranya?
Mengapa ada orang atau teman yang dalam waktu singkat begitu banyak mengukir prestasi, sementara diri kita tidak kunjung mendapatkan prestasi yang diharapkan? Padahal, rasa – rasanya kita sudah bekerja keras?
Saya bersama tim seringkali melakukan riset mengenai hal ini. Jika Anda mencoba untuk mencarinya di internet, memasukkan kata kunci seperti “cara meningkatkan prestasi diri”, tentunya ada banyak sekali tips dan trik yang bisa ditemukan.
Tetapi dalam 10 tahun terakhir ini, setelah melakukan berbagai macam penelitian ternyata ada 3 hal yang perlu ditingkatkan agar prestasi diri kita dapat melejit.
Cara 1 : Memiliki Keyakinan Orang – Orang Berprestasi
Hal paling penting yang kami dapatkan di lapangan, ketika berjumpa dan mempelajari karakter orang – orang yang berprestasi adalah KEYAKINAN yang mereka miliki berbeda dengan keyakinan orang biasanya. Keyakinan yang mereka miliki jauh lebih positif dan selalu PERCAYA bahwa mereka memang bisa berprestasi.
Saya sudah merangkum keyakinan orang berprestasi ini dalam podcast saya yang berjudul 7 Keyakinan yang dimiliki oleh orang berprestasi. Dalam podcast tersebut Anda bisa mendengarkan dan mempelajari apa saja ketujuh keyakinan yang bisa Anda tiru yang bisa Anda terapkan untuk diri Anda.
Cara 2 : Menyukai dan Menuntaskan Tantangan Baru
Di saat orang biasa merasa cukup dalam kondisi hidupnya yang biasa – biasa saja, orang berprestasi justru mengelilingi diri mereka dengan tantangan – tantangan baru agar hidup mereka bertumbuh. Orang berprestasi memiliki apa yang dinamakan growth mindset, sebuah pola pikir bertumbuh yang mengharuskan mereka untuk selalu menghadapi dan menuntaskan tantangan – tantangan baru. Lawan dari growth mindset ini adalah fixed mindset, sebuah pola pikir yang percaya bahwa kemampuan di dalam diri kita tidak dapat bertumbuh lagi dan tetap segitu – gitu aja.
Sewaktu saya kuliah dulu, mentor saya pernah menantang saya dengan mengatakan bahwa setidaknya selama saya kuliah saya pernah ke luar negeri sebanyak 1 kali. Tantangan ini saya terima, di mana saya dulu masih buta sama sekali dengan yang namanya ke luar negeri. Saya tidak punya paspor, saya tidak punya uang, tidak punya koneksi di luar negeri, dan tidak lancar berbahasa Inggris.
Selanjutnya saya menetapkan batas akhir di mana saya harus bisa ke luar negeri. Di situlah saya mulai belajar banyak bagaimana caranya membuat paspor, melakukan fundraising, melatih bahasa Inggris, dan semuanya terakselerasi begitu cepat. Pengalaman keluar negeri pertama saya di tahun 2011, mewakili Indonesia dalam ajang World Leadership Conference yang ada di Singapura. Di sana saya bertemu dengan mahasiswa dari Cina, Singapura, Thailand, India, Sri Lanka, dan banyak negara lainnya. Saya bertukar kartu nama, berbicara dengan mereka dengan bahasa Inggris ala kadarnya, mempersiapkan penginapan dan akomodasi di negeri orang, mendebarkan namun juga menyenangkan.
Berbekal pengalaman tersebut, tahun 2012 saya mewakili Indonesia dalam ajang Student Environmental Forum di Jepang. Di sana saya berjumpa dengan mahasiswa/i berprestasi di Asia yang membahas tentang peran pemerintah, pengusaha, dan akademisi dalam membangun ekonomi hijau (ekonomi yang mempertahankan lingkungan). Dalam forum ini, saya berdebat, membuat keputusan, presentasi, dan bekerja sama dalam tim dengan banyak mahasiswa asing lainnya. Sedikit lebih serius dibandingkan dengan pengalaman waktu di Singapura.
Dinner di Enryakuji Temple Japan bersama Tim Mahasiswa Asia
Menghadapi serta menuntaskan tantangan – tantangan baru merupakan salah satu cara untuk meningkatkan prestasi diri. Tantangan apakah yang sedang Anda hadapi saat ini? Pastikan tantangan tersebut ada untuk memastikan diri Anda bertumbuh dibandingkan sebelumnya.
Cara 3 : Belajar dari Kesalahan
Cara ketiga yang kami temukan agar kita dapat melejitkan prestasi diri adalah sensitif dengan kesalahan yang kita buat dan menjadikannya feedback agar diri kita menjadi lebih baik.
Banyak sekali orang ignorance atau menolak untuk disalahkan dan mencari – cari kambing hitam untuk melimpahkan kesalahannya kepada orang lain. Namun, selama saya bertemu dan belajar dari orang berprestasi, mereka selalu berpendapat bahwa apa yang mereka alami itu 100% karena diri mereka dan kesalahan mereka sendiri.
Seperti misalnya jika hari ini kita masih belum bisa meraih nilai A di mata kuliah tertentu, seringkali orang mencoba mencari alasan dengan mengatakan bahwa pelajarannya terlalu sulit, dosennya tidak jelas mengajar, bukunya tidak ada, dan lain sebagainya.
Sewaktu saya kuliah S2, saya mencoba untuk menerapkan bahwa apa yang saya dapatkan dalam kehidupan, maka itu 100% adalah tanggung jawab saya. Ketika di S1 saya belum mendapatkan IPK sesuai target, maka saya mencoba mencari apa kesalahan – kesalahan yang saya lakukan. Akhirnya saya menemukan bahwa kesalahan saya lebih karena manajemen waktu yang berantakan dan saya tidak well organized.
Akhirnya, ketika S2 saya mencoba untuk memperbaiki hal tersebut. Saya mencoba menata diri agar lebih well organized, belajar dari kesalahan – kesalahan yang saya lakukan. Alhamdulillah, di akhir kuliah S2, saya berhasil mendapatkan IPK sesuai dengan harapan : 4.00.
IPK 4.00 karena belajar dari kesalahan
Kisah saya di atas bukan maksudnya untuk pamer, namun ingin menunjukkan bahwa belajar dari kesalahan dapat meningkatkan prestasi diri kita.
Apa kesalahan – kesalahan terbesar Anda? Sudahkah Anda belajar dari kesalahan – kesalahan tersebut?
Itulah 3 hal yang bisa saya ringkas berdasarkan hasil penemuan tim CerdasMulia Institute untuk mencari apa sebenarnya hal yang dapat kita gunakan secara aplikatif dan kita tiru untuk meningkatkan prestasi diri kita.
Bagaimana menurut Anda?
Adakah cara – cara lain yang pernah Anda lakukan dan efektif dalam meningkatkan prestasi diri Anda? Silakan share dengan saya melalui kotak komentar di bawah.
Artikel By : www.vallet.id HaloDoc adalah suatu trobosan yang memanfaatkan teknologi terkini yang menawarkan kemudahan dan mempersingkat wkatu untuk mengakses kesehatan pada saat pengguna membutuhkan pertolongan dokter. Adalah HaloDoc, sebuah teknologi aplikasi kesehatan terpadu yang memfasilitasi interaksi antara dokter dengan pasien . Tujuan dari HaloDoc ini menyederhanakan akses kesehatan. Pasien bisa dengan mudah berhubungan dengan dokter lewat gawai. Aplikasi ini juga terkoneksi dengan ApotekAntar dan juga laboratorium. Bukan hanya itu, terkoneksi pula dengan aplikas lab, dimana memudahkan pengguna untuk memsan jasa laboratory test dari laboratorium resmi yang dapat dilaksanakan dimana saja. Ekosistem HaloDoc dirancang untuk memfasilitasi kemudahan masyarakat dan mempersingkat akses pelayanan kesehatan. HaloDoc juga memiliki fitur yang memungkinkan pengguna dapat berkomunikasi deng...
Artikel By : www.vallet.id Kaligrafi Asal Usul Kaligrafi Dalam seni rupa Islam, tulisan arab seringkali dibuat kaligrafi. Biasanya isinya disadur ayat-ayat Al-Quran. Bentuknya bermacam-macam, tidak selalu pena di atas kertas, tetapi seringkali juga ditatahkan di atas logam atau kulit. Salah satu bentuk penerapan kaligrafi Islam sebagai seni hias adalah di Istana Al Hamra, Spanyol. Jenis jenis Kaligrafi Islam dibedakan berdasarkan bentuk huruf dan fungsi tulisan tersebut. Tulisan untuk dokumen dokumen resmi misalnya, menggunakan jenis jenis kaligrafi tertentu yang berbeda dengan tulisan tulisan kaligrafi untuk hiasan dan sampul sampul buku. Para tokoh kaligrafi, sejak abad ke-3 H / 9 M telah mengembangkan beragam jenis tulisan dan memberikan nama nama tertentu untuk membedakannya dengan yang lain. Maka banyaklah sebutan sebutan untuk jenis jenis kaligrafi. Sebutan sebutan itu cukup membingungkan karena satu jenis tulisan kaligrafi disebut dengan nama nama yang berma...
Artikel By : www.vallet.id Inspirasi peluang usaha yang menjanjikan, memang selalu menjadi keyword bagi mereka para pebisnis pemula. Memiliki pemikiran untuk menjadi seorang pebisnis bukanlah hal yang tabu di tengah kondisi seperti sekarang. Tidak sedikit orang yang mulai beralih ke ranah bisnis. Selain jam kerja yang lebih fleksibel, menjalan bisnis juga memberikan tantangan dan warna sendiri dalam hidup seseorang. Hal ini terbukti dari antusias para anak muda yang beralih menjadi pebisnis. Dengan menjamurnya coffee shop hingga fashion store, menjadi peluang besar bagi Anda yang ingin berbisnis. Tidak hanya itu saja, masih ada banyak lagi inspirasi peluang usaha yang menjanjikan dan perlu dicoba, seperti berikut ini. 1. Bisnis di Bidang Kecantikan Meski target pasar untuk bisnis ini adalah wanita, namun jangan salah menilai. Beberapa wanita akan menghabiskan sebagian uang mereka dengan membeli produk kecantikan. Terutama mereka yang peduli dengan penampilan. Sudah pasti ak...
Comments
Post a Comment