Gunung Batu merupakan sebuah gunung yang terdapat di Desa Sukaharja, Sukamakmur, Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Gunung Batu Ini mempunyai ketinggian setinggi 875 Mdpl atau sekitar 2.871 kaki. Banyak Orang mengenal Gunung ini dengan sebutan Gunung Batu Jonggol padahal secara Administratif Gunung ini masuk Dalam kecamatan Sukamakmur lebih tepatnya di Desa Sukaharja, Sukamakmur, Kabupaten Bogor Kesalahan penamaan ini dikarenakan banyak orang belum mengetahui Sukamakmur sebagai Kecamatan karena memang kecamatan ini merupakan pemekaran dari kecamatan Jonggol Di gunung Batu terdapat satwa yang cukup langka di daerah sekitar, sejenis primata berwarna hitam atau umumnya masyarakat Jawa Barat menyebutnya lutung. Terlihat sejumlah kawanan sekitar 5 sampai 10 ekor, primata pemalu ini seperti takut melihat kedatangan para pendaki, sehingga para pendaki jarang sempat mengabadikannya. kondisi cukup memprihatinkan dengan semakin sempitnya lahan untuk mereka mencari makan, di kaki gunung batu terdapat tambang batu yg mungkin suatu saat akan semakin meluas ke atas, juga pembuatan akses jalanan yang melingar di sisi gunung.
Pada tahun 2014 Gunung Batu merupakan sebuah perbukitan yang tidak memiliki sama sekali jalur pendakian. Asal – Usul adanya akses jalur pendakian di karenakan para penggemar motor kross menguji keahlian mereka di perbukitan tersebut. Hal itu di nyatakan benar adanya dengan di perkuat bukti jejak roda ban motor kross.
Puncak perbukitan ini sulit diakses oleh para kroser (pengguna motor kross) karena tanjakannya cukup terjal. Oleh sebab itu, Hal inilah yang di jadikan sebagai puncak tertinggi dari gunung batu.
Jalur pendakian yang terdapat di Gunung Batu Jonggol memiliki medan yang tidak terlalu sulit, namun saat musim hujan jalur pendakian tersebut menjadi licin dan lebih sulit dari biasanya.
Perlu waktu beberapa menit dimulai dari pos pertama terdapat area berkemah, dari area tersebut puncak gunung terlihat jelas. Jalur pendakian menuju puncak gunung lebih sulit dibandingkan dengan jalur pendakian menuju area berkemah. Sebelum sampai puncak, terdapat beberapa titik dimana kita harus menggunakan tali untuk menaiki batu-batu tebing.
Dari jauh aku lihat tidak terlalu menarik, tetapi kelihatannya cukup gagah karena bebatuan menonjol bak urat yang diselubungi oleh rerumputan hijau. Jalanan sempit dari sebelah kanan kami pun menjadi lintasan motor kami untuk mencapai tujuan utama.
Tidak ada yang berjaga ketika itu, tidak ada tiket masuk Gunung Batu Lembang alias gratis, dan tidak ada parkiran resmi.
Menilai dari sini, bisa dikatakan bahwa destinasi wisata ini belum dikelola secara resmi sebagai salah objek wisata di Lembang.
Motor yang kami tunggangi pun sebisa mungkin dikendarai menelusuri jalanan sempit agar nantinya terparkir semakin dekat dengan keberadaan kami.
Sesekali kami melihat petani kebun sayur dan sesekali berpapasan dengan pasangan anak sekolah yang kelihatannya sedang mencari tempat yang nyaman untuk ‘berteduh’.
karena kami berkunjung di siang hari, suasana jadi tidak terlalu bisa dinikmati kala itu. Dan memang tidak banyak yang bisa dinikmati selain udara yang sejuk, pemukiman warga Lembang yang jelas terlihat dari dekat maupun yang jauh ke tengah, dan suasana yang memang tenang.
Di puncak Gunung Batu Lembang terdapat Stasiun Pemantauan Gempa Bumi yang dikelola oleh Badan Geologi Jawa Barat. Ini mungkin berfungsi untuk meneliti patahan Lembang sembari tentu saja memantau gempa bumi yang mungkin terjadi karenanya.
Comments
Post a Comment